Baru Setengah Musim di Persija, Mauro Zijlstra Resmi Dipinjamkan ke Arema FC
Mauro Zijlstra ke Arema FC resmi dengan status pinjaman dari Persija Jakarta. Striker Timnas Indonesia itu diharapkan mendapat menit bermain lebih banyak.
Mauro Zijlstra ke Arema FC menjadi salah satu kabar menarik menjelang Super League 2026/2027. Persija Jakarta memutuskan meminjamkan striker muda Timnas Indonesia tersebut kepada Singo Edan.
Keputusan itu cukup mengejutkan. Pasalnya, Mauro baru bergabung dengan Persija pada Februari 2026. Artinya, ia baru sekitar setengah musim menjadi bagian Macan Kemayoran.
Namun, peminjaman tersebut bukan berarti Persija melepas Mauro secara permanen. Sang penyerang masih memiliki kontrak jangka panjang bersama klub ibu kota.
Mauro Zijlstra ke Arema FC Resmi
Mauro dipastikan tidak menjadi bagian skuad Persija untuk mengarungi Super League 2026/2027.
Sebagai gantinya, penyerang berusia 21 tahun tersebut akan menjalani masa peminjaman bersama Arema FC. Langkah ini diambil agar Mauro memiliki kesempatan mendapatkan menit bermain secara reguler.
Sebelumnya, kabar kepindahan Mauro ke Malang memang sudah beredar. Namun, saat rumor pertama muncul, belum ada keterangan resmi dari kedua klub.
Kini, situasinya telah berubah.
Mauro akan melanjutkan perkembangannya bersama Singo Edan. Sementara itu, Persija tetap memegang kontrak sang pemain.
Baru Bergabung dengan Persija pada Februari 2026
Perjalanan Mauro bersama Persija memang terbilang singkat sebelum akhirnya dipinjamkan.
Macan Kemayoran mengumumkan kedatangan Mauro pada 4 Februari 2026. Saat itu, Persija mengikatnya dengan kontrak berdurasi 2,5 musim.
Persija melihat Mauro sebagai investasi untuk masa depan.
Direktur Persija Mohamad Prapanca menyebut Mauro sebagai pemain muda dengan potensi besar. Selain itu, kehadirannya diharapkan menambah kedalaman lini depan Persija.
Mauro sendiri menyambut kepindahannya ke Jakarta dengan antusias.
Ia mengaku senang mendapatkan kontrak jangka panjang. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan Persija terhadap kemampuannya.
Cedera Ganggu Perjalanan Mauro Bersama Persija
Sayangnya, perjalanan Mauro bersama Macan Kemayoran tidak berlangsung mulus.
Cedera menjadi salah satu hambatan terbesar.
Mauro mengalami cedera hamstring menjelang pertandingan melawan Borneo FC pada awal Maret 2026. Kondisi tersebut membuatnya harus menepi cukup lama.
Ia sempat kembali ketika bergabung dengan Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026. Bahkan, Mauro berhasil mencetak gol untuk Garuda.
Namun, masalah cedera kembali muncul.
Akibatnya, kesempatan Mauro mendapatkan menit bermain bersama Persija menjadi terbatas.
Mauro Sempat Absen Tiga Bulan
Setelah melalui proses pemulihan, Mauro akhirnya kembali bermain bersama Persija pada Mei 2026.
Ia tampil ketika Macan Kemayoran menghadapi Persik Kediri pada 16 Mei. Momen tersebut terasa penting karena Mauro sebelumnya harus absen hampir tiga bulan.
Pelatih Persija saat itu, Mauricio Souza, menilai Mauro masih membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi terbaik.
Namun, ia juga memberikan penilaian positif.
Menurut Mauricio, Mauro merupakan pemain cerdas dan memiliki kehadiran kuat di kotak penalti. Pelatih asal Brasil itu yakin Mauro mempunyai potensi menjadi pemain hebat jika kondisi fisiknya semakin baik.
Cedera Kembali Menghampiri Mauro
Masalah fisik ternyata belum sepenuhnya selesai.
Pada Juli 2026, Mauro kembali mengalami cedera ketika mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia.
Cedera tersebut membuatnya harus meninggalkan pemusatan latihan lebih cepat. Setelah itu, ia kembali ke Jakarta untuk menjalani pemulihan.
Situasi ini tentu memengaruhi perkembangan sang pemain.
Sebagai striker muda, Mauro membutuhkan pertandingan secara rutin. Oleh karena itu, kesempatan bermain menjadi faktor penting dalam perkembangan kariernya.
Arema FC Jadi Tempat Baru untuk Berkembang
Keputusan Mauro Zijlstra ke Arema FC bisa menjadi kesempatan penting bagi sang striker.
Arema membutuhkan pemain berkualitas untuk memperkuat skuad. Sementara itu, Mauro membutuhkan menit bermain yang lebih banyak.
Karena itu, kerja sama tersebut bisa menguntungkan kedua pihak.
Mauro dapat mencari kembali ritme permainannya. Selain itu, ia bisa mendapatkan pengalaman lebih banyak di kompetisi domestik.
Bagi Arema, kehadiran Mauro memberikan tambahan opsi di lini depan.
Bukan Pertama Kali Persija Pinjamkan Pemain ke Arema
Menariknya, hubungan transfer antara Persija dan Arema sudah terjadi sebelumnya.
Pada paruh kedua musim 2025/2026, Persija juga meminjamkan sejumlah pemain kepada Singo Edan.
Rio Fahmi dan Hansamu Yama termasuk pemain yang dipinjamkan ke Arema. Selain itu, Gustavo Franca juga menjalani peminjaman bersama klub asal Malang tersebut.
Kini, Mauro mengikuti jalur serupa.
Namun, tujuan utama peminjaman kali ini adalah memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada striker muda Timnas Indonesia tersebut.
Persija Masih Memegang Kontrak Mauro
Hal penting lainnya adalah status kontrak Mauro.
Kepindahan ke Arema bukan transfer permanen.
Ketika bergabung pada Februari lalu, Mauro menandatangani kontrak selama 2,5 musim bersama Persija. Oleh sebab itu, masa depannya masih terikat dengan Macan Kemayoran.
Laporan terbaru juga menyebut kontraknya masih menyisakan sekitar dua musim.
Dengan demikian, Persija masih mempunyai rencana jangka panjang untuk Mauro.
Peminjaman bisa menjadi bagian dari proses pengembangan pemain. Jika Mauro tampil bagus bersama Arema, ia berpeluang kembali ke Jakarta dengan pengalaman yang lebih matang.
Kesempatan Besar bagi Mauro Zijlstra
Kepindahan Mauro Zijlstra ke Arema FC membuka babak baru dalam perjalanan karier sang striker.
Baru sekitar setengah musim membela Persija, Mauro kini harus menjalani tantangan baru bersama Singo Edan.
Namun, keputusan tersebut memiliki tujuan jelas.
Persija ingin Mauro mendapatkan menit bermain lebih banyak. Selain itu, pengalaman bersama Arema diharapkan membantu perkembangan pemain berusia 21 tahun tersebut.
Mauro masih terikat kontrak jangka panjang dengan Persija. Karena itu, peminjaman ini bukan akhir perjalanannya bersama Macan Kemayoran.
Sebaliknya, musim bersama Arema bisa menjadi kesempatan bagi Mauro untuk membuktikan kualitasnya. Jika mampu tampil konsisten dan terbebas dari cedera, ia memiliki peluang kembali ke Persija dengan kondisi yang jauh lebih matang.
