Pakem Baru Lini Tengah AC Milan: Modric-Jashari Jadi Poros, Rabiot Lebih Bebas dan Musah Cari Tempat
Milan – AC Milan mulai memperlihatkan gambaran baru mengenai komposisi lini tengah untuk musim 2026/2027. Kehadiran Ruben Amorim sebagai pelatih membawa perubahan terhadap peran Luka Modrić, Adrien Rabiot, Ardon Jashari, dan Yunus Musah.
Amorim memiliki karakter permainan yang berbeda dibandingkan pelatih sebelumnya. Karena itu, beberapa pemain harus beradaptasi dengan sistem yang menuntut intensitas, penguasaan bola, serta kemampuan melakukan tekanan.
Dalam skema tersebut, lini tengah AC Milan berpotensi mengalami perubahan cukup besar.
Modrić masih memiliki peran penting. Namun, Jashari mendapatkan kesempatan lebih besar. Sementara itu, Rabiot dapat dimainkan lebih maju dan Musah harus bersaing mempertahankan posisinya.
Luka Modric Tetap Jadi Pemain Penting
Usia tidak langsung menghilangkan peran Luka Modrić di AC Milan.
Gelandang asal Kroasia tersebut tetap masuk dalam rencana Amorim. Pengalaman dan kemampuan mengatur tempo membuatnya menjadi pemain penting ketika Milan menguasai bola.
Namun, situasinya berbeda dibandingkan musim sebelumnya.
Milan akan bermain di Serie A, Coppa Italia, dan Europa League. Oleh karena itu, Modrić tidak harus tampil dalam setiap pertandingan.
Rotasi menjadi pilihan yang masuk akal.
Apalagi, Modrić memasuki usia 41 tahun pada September 2026. Pengelolaan menit bermain akan menjadi faktor penting agar kondisinya tetap terjaga sepanjang musim.
Ardon Jashari Dapat Kesempatan Lebih Besar
Perubahan paling menarik terjadi pada Ardon Jashari.
Musim pertamanya bersama Milan tidak berjalan sepenuhnya sesuai harapan. Cedera fibula pada awal musim membuat gelandang Swiss tersebut harus menepi hampir tiga bulan.
Setelah kembali, Jashari juga harus bersaing dengan Modrić untuk mendapatkan menit bermain.
Namun, Amorim melihat potensi besar dalam permainannya.
Jashari sendiri mengaku nyaman dengan ide sepak bola pelatih asal Portugal tersebut. Sebelumnya, ia pernah bermain dalam formasi dengan dua gelandang ketika berkarier di Belgia.
Situasi tersebut membuat peluangnya meningkat pada musim baru.
Bahkan, Milan memandang Jashari sebagai bagian penting dari masa depan klub.
Modric dan Jashari Bisa Bermain Bersama
Pertanyaan berikutnya adalah apakah Modrić dan Jashari dapat dimainkan secara bersamaan.
Secara teknis, jawabannya memungkinkan.
Namun, duet tersebut memiliki konsekuensi. Keduanya bukan tipe gelandang yang mengandalkan kekuatan fisik sebagai karakter utama.
Karena itu, Milan harus memastikan keseimbangan ketika kehilangan bola.
Amorim menginginkan timnya melakukan tekanan ke depan dan berusaha merebut kembali bola secepat mungkin. Sistem tersebut membutuhkan energi besar dari para gelandang.
Jashari sendiri percaya dirinya mampu bermain bersama Modrić.
Dengan banyaknya kompetisi yang diikuti Milan, keduanya juga memiliki cukup ruang untuk bergantian maupun tampil bersama.
Adrien Rabiot Bisa Mendapat Peran Lebih Menyerang
Sementara itu, posisi Adrien Rabiot juga menarik perhatian.
Rabiot tetap menjadi salah satu pemain yang dianggap penting dalam proyek Milan. Klub bahkan disebut tidak berniat mudah melepas gelandang asal Prancis tersebut.
Namun, Amorim memiliki opsi untuk mengubah posisinya.
Dalam skema 3-4-2-1, Rabiot dapat didorong lebih tinggi dan dimainkan di belakang penyerang.
Peran tersebut memanfaatkan kemampuan Rabiot dalam melakukan penetrasi dari lini kedua.
Selain itu, fisiknya memberikan dimensi berbeda dibandingkan gelandang kreatif Milan lainnya.
Jika Rabiot dimainkan lebih maju, duet Modrić dan Jashari memiliki peluang lebih besar menjadi poros di tengah.
Yunus Musah Harus Membuktikan Diri
Situasi berbeda dihadapi Yunus Musah.
Pemain internasional Amerika Serikat tersebut kembali ke Milan setelah menjalani masa peminjaman bersama Atalanta.
Pada awal musim panas, masa depannya masih akan dievaluasi oleh Amorim.
Namun, Musah memiliki karakter yang dapat berguna dalam sistem baru.
Ia kuat ketika membawa bola dan memiliki energi untuk bergerak dari satu area ke area lainnya.
Karakter tersebut cocok dengan permainan intensitas tinggi.
Bahkan, Musah mendapatkan kesempatan menjadi starter bersama Jashari ketika Milan membuka Serie A musim 2026/2027 menghadapi Torino. Rossoneri memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 2-1.
Artinya, Musah tetap memiliki peluang untuk meyakinkan Amorim.
Persaingan Lini Tengah AC Milan Semakin Ketat
Milan memiliki banyak pilihan di lini tengah.
Selain Modrić, Jashari, Rabiot dan Musah, Rossoneri juga mempunyai Samuele Ricci serta sejumlah pemain lain yang dapat menempati area tersebut.
Kondisi itu membuat persaingan menjadi sangat ketat.
Laporan di Italia sebelumnya menyebut Modrić, Rabiot, dan Jashari berada dalam posisi lebih kuat untuk bertahan dalam proyek Milan. Sementara itu, komposisi pemain lainnya masih dapat berubah hingga bursa transfer ditutup.
Namun, Amorim membutuhkan kedalaman skuad.
Milan kembali bermain di kompetisi Eropa musim ini. Dengan demikian, rotasi akan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pemain.
Amorim Membawa Pakem Baru ke Milan
Perubahan sistem menjadi faktor utama yang menentukan komposisi lini tengah AC Milan.
Amorim dikenal dengan formasi dasar 3-4-2-1.
Dalam skema tersebut, dua pemain di tengah harus mampu mengontrol permainan sekaligus bekerja keras ketika tim kehilangan bola.
Jashari memiliki pengalaman bermain dalam sistem serupa. Sementara itu, kualitas distribusi Modrić dapat membantu Milan mengendalikan tempo pertandingan.
Rabiot menawarkan tenaga dan kemampuan masuk ke kotak penalti.
Adapun Musah membawa kecepatan serta kemampuan progresi bola.
Karena itu, keempat pemain tersebut memiliki karakter berbeda yang dapat digunakan sesuai kebutuhan pertandingan.
Milan Punya Banyak Pilihan untuk Musim Panjang
Komposisi akhir lini tengah masih dapat berubah menjelang penutupan bursa transfer.
Namun, satu hal mulai terlihat jelas.
Amorim ingin membangun Milan dengan permainan lebih intens dan agresif. Para pemain harus mampu menguasai bola sekaligus segera melakukan tekanan setelah kehilangan penguasaan.
Dalam kondisi tersebut, Modrić memberikan pengalaman dan kreativitas.
Jashari menawarkan masa depan serta energi. Rabiot memberikan kekuatan dan fleksibilitas. Sementara itu, Musah memiliki kesempatan membuktikan bahwa karakter permainannya sesuai dengan kebutuhan pelatih.
Persaingan tersebut dapat menjadi keuntungan bagi Rossoneri.
Dengan jadwal Serie A dan Europa League yang padat, pakem baru lini tengah AC Milan kemungkinan tidak hanya bergantung pada satu duet. Rotasi dan karakter lawan akan menentukan siapa yang mendapatkan tempat di setiap pertandingan.
