Morata Pilih Leganés Ketimbang Liga Champions, Bintang Spanyol Rela Turun ke Kasta Kedua
MADRID — Álvaro Morata membuat keputusan mengejutkan pada bursa transfer musim panas 2026. Penyerang berusia 33 tahun itu resmi meninggalkan Como untuk sementara dan bergabung dengan CD Leganés yang bermain di kasta kedua Liga Spanyol.
Leganés mengumumkan kedatangan Morata pada Jumat, 28 Agustus 2026. Sang penyerang bergabung dengan status pinjaman selama satu musim dari Como.
Kesepakatan tersebut juga memberikan Leganés opsi untuk membeli Morata setelah masa peminjamannya berakhir.
Keputusan ini menarik perhatian karena Como akan tampil di Liga Champions musim 2026/2027. Sementara itu, Leganés berkompetisi di LaLiga Hypermotion atau Segunda División.
Namun, Morata memiliki alasan tersendiri.
Morata Resmi Bergabung dengan Leganés
Leganés menyebut kedatangan Morata sebagai tambahan besar untuk lini serang mereka.
Pemain kelahiran Madrid itu mempunyai pengalaman lebih dari 600 pertandingan profesional. Selain itu, ia sudah mencetak lebih dari 200 gol sepanjang kariernya.
Morata juga memiliki koleksi lebih dari 20 trofi.
Ia pernah memenangkan Liga Champions, LaLiga, Copa del Rey, hingga Piala Dunia Antarklub. Bersama Timnas Spanyol, Morata juga menjadi bagian penting dari keberhasilan menjuarai Euro 2024 dan UEFA Nations League.
Karena itu, kedatangannya menjadi salah satu transfer paling mencolok di kasta kedua Spanyol musim ini.
Rela Lepas Kesempatan Bermain di Liga Champions
Keputusan Morata menjadi semakin menarik karena Como berhasil mendapatkan tiket Liga Champions.
Bersama klub Italia tersebut pada musim lalu, Morata mencatat 30 penampilan di seluruh kompetisi. Namun, produktivitasnya tidak terlalu tinggi. Ia hanya mencetak satu gol dan satu assist.
Meski demikian, Como menjalani musim yang luar biasa dan berhasil lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Morata sebenarnya bisa bertahan bersama klub Italia tersebut.
Namun, ia memilih jalan berbeda.
Saat diperkenalkan sebagai pemain Leganés, Morata mengungkapkan bahwa dirinya juga menerima tawaran dari sejumlah klub lain. Bahkan, beberapa di antaranya akan bermain di Liga Champions.
Akan tetapi, prestise kompetisi bukan prioritas utamanya saat ini.
Morata: Hidup Bukan Hanya soal Liga Champions
Dalam acara perkenalan di Estadio Ontime Butarque, Morata menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Ia menilai sepak bola tidak selalu tentang memenangkan trofi atau tampil di Liga Champions. Pada tahap kariernya sekarang, Morata ingin berada di lingkungan yang membuatnya merasa dihargai.
Selain itu, faktor kebahagiaan ikut memengaruhi pilihannya.
Morata ingin kembali menikmati sepak bola. Kedekatan Leganés dengan Madrid juga membuatnya dapat berada lebih dekat dengan keluarga.
Karena itu, ia menyebut keputusan menerima tawaran Leganés relatif mudah.
Morata juga mengungkapkan bahwa salah satu pertandingan pertama yang pernah ia saksikan bersama ayahnya berlangsung di stadion Leganés. Kenangan tersebut membuat kepindahannya terasa lebih personal.
Leganés Punya Proyek yang Meyakinkan Morata
Bukan hanya faktor keluarga yang membawa Morata ke Butarque.
Ia juga tertarik dengan ambisi dan proyek yang sedang dibangun Leganés.
Dalam perkenalan resminya, Morata mengatakan proyek klub menjadi salah satu alasan utama menerima tawaran tersebut. Ia merasa Leganés merupakan tempat terbaik untuk melanjutkan kariernya saat ini.
Direktur sepak bola Leganés, Andrés Pardo, juga mengungkapkan bahwa Morata memiliki banyak pilihan.
Menurutnya, keberanian sang pemain menerima tantangan di Segunda División menjadi faktor penting dalam keberhasilan transfer tersebut.
Selanjutnya, Morata akan membantu Leganés mengejar target kembali ke LaLiga.
Morata Rela Pangkas Penghasilan
Proses transfer Morata juga membutuhkan kesepakatan finansial dari berbagai pihak.
Cadena SER melaporkan Morata rela melepas sebagian besar gajinya agar transfer dapat diwujudkan. Como juga masih menanggung sebagian penghasilan sang pemain.
Leganés turut melakukan upaya finansial untuk menyelesaikan kesepakatan.
Dengan demikian, kepindahan tersebut bukan sekadar keputusan klub.
Keinginan Morata kembali ke Spanyol memiliki pengaruh besar terhadap tercapainya kesepakatan.
Cesc Fàbregas Hormati Keputusan Morata
Pelatih Como, Cesc Fàbregas, juga memberikan tanggapan mengenai kepindahan Morata.
Fàbregas tetap memberikan apresiasi kepada penyerang Spanyol tersebut meski kontribusi golnya tidak terlalu besar pada musim lalu.
Ia menggambarkan Morata sebagai sosok profesional dan menghormati keinginannya untuk meninggalkan Como.
Hubungan keduanya juga tidak berakhir dengan konflik terbuka.
Morata meninggalkan Como setelah klub menyetujui skema peminjaman bersama Leganés.
Karena statusnya masih pinjaman, kontrak Morata dengan Como tetap berlaku. Laporan Goal menyebut kontraknya dengan klub Italia tersebut berjalan hingga Juni 2029.
Kembali ke Spanyol Setelah Petualangan Panjang
Kepindahan ke Leganés sekaligus membawa Morata kembali bermain di negara kelahirannya.
Sepanjang karier, ia pernah membela sejumlah klub besar Eropa.
Real Madrid, Juventus, Chelsea, Atlético Madrid, AC Milan, Galatasaray, dan Como masuk dalam perjalanan panjang kariernya.
Kini, Leganés menjadi tantangan berikutnya.
Menariknya, Segunda División sebenarnya bukan kompetisi yang sepenuhnya asing bagi Morata.
Ia pernah bermain di kasta kedua bersama Real Madrid Castilla. Pada musim 2012/2013, Morata mencetak 12 gol dalam 18 pertandingan.
Pengalaman tersebut kini kembali dibutuhkan.
Target Morata: Bawa Leganés Promosi
Morata tidak datang ke Leganés hanya untuk mendapatkan menit bermain.
Ia mempunyai target besar bersama klub barunya.
Dalam acara perkenalan, Morata menyebut keinginannya membantu Leganés bermain di Primera División pada musim berikutnya.
Target tersebut tentu membutuhkan perjuangan panjang.
Leganés mengakhiri musim sebelumnya di posisi ke-16 Segunda División. Mereka hanya berjarak enam poin dari zona degradasi.
Namun, kedatangan pemain sekaliber Morata dapat meningkatkan kualitas sekaligus kepercayaan diri skuad.
Pengalaman bermain di pertandingan besar juga menjadi modal berharga.
Pilihan Mengejutkan Álvaro Morata
Keputusan Morata memperlihatkan bahwa pemain tidak selalu menentukan klub berdasarkan level kompetisi.
Como menawarkan kesempatan berada dalam tim yang bermain di Liga Champions.
Sebaliknya, Leganés menawarkan kesempatan kembali ke Madrid, lingkungan yang membuat Morata merasa dihargai, serta proyek yang menarik baginya.
Pada akhirnya, sang penyerang memilih pilihan kedua.
Ia rela turun ke Segunda División dan bahkan menerima pengurangan pendapatan untuk mewujudkan kepindahan tersebut.
Kini, tantangan Morata bukan lagi mengejar panggung Liga Champions bersama Como.
Tugas barunya adalah membantu Leganés bersaing di kasta kedua dan mengejar tiket promosi ke LaLiga.
