Mourinho Punya Cara Khusus Tangani Mbappé dan Bellingham, Bintang Real Madrid Tak Dibebani Sendirian
MADRID — José Mourinho menangani Mbappé dan Bellingham dengan pendekatan yang mulai terlihat menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Pelatih Real Madrid tersebut tidak hanya memikirkan posisi terbaik kedua pemain, tetapi juga berusaha menghilangkan tekanan berlebihan yang selama ini diarahkan kepada para bintang Los Blancos.
Mourinho kembali ke Real Madrid dengan tantangan besar. Selain mengembalikan klub ke jalur juara, pelatih asal Portugal itu harus mengelola skuad bertabur pemain kelas dunia. Kylian Mbappé, Jude Bellingham, dan Vinícius Júnior menjadi tiga nama yang paling banyak mendapat perhatian.
Mourinho Bela Mbappé dan Bellingham dari Kritik
Dalam wawancara terbarunya, Mourinho menunjukkan sikap yang jelas terhadap kritik kepada pemain bintang.
Menurutnya, kegagalan sebuah tim tidak seharusnya dibebankan hanya kepada satu atau dua pemain. Mourinho menekankan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan tanggung jawab seluruh anggota tim.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut secara khusus membela Mbappé dan Bellingham. Keduanya sebelumnya menghadapi sorotan besar setelah Real Madrid menjalani periode sulit tanpa gelar.
Pendekatan Mourinho kali ini juga terlihat lebih tenang dibandingkan periode pertama dirinya menangani Real Madrid. Ia mengaku lebih terkendali dan tidak seemosional dahulu, meski tetap mempertahankan tuntutan tinggi terhadap pemain.
Mbappé Mendapat Kepercayaan Besar
Mourinho tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap kualitas Mbappé.
Dalam wawancara terbaru, Mourinho menyebut level permainan penyerang Prancis tersebut sangat tinggi. Ia juga terkesan dengan sikap Mbappé sejak kembali mengikuti latihan setelah Piala Dunia 2026.
Kepercayaan tersebut langsung terlihat pada pertandingan pramusim. Mbappé mencetak gol hanya enam menit setelah pertandingan dimulai dalam penampilan pertamanya bersama Madrid di bawah Mourinho.
Selain mencetak gol, penyerang Prancis itu menunjukkan intensitas dalam melakukan tekanan dan menciptakan beberapa peluang. Mourinho menggunakan sistem dasar 4-2-3-1, dengan Mbappé menjadi titik utama di lini depan.
Menariknya, kepercayaan itu berjalan dua arah.
Mbappé sebelumnya memuji Mourinho sebagai pelatih yang mengetahui cara membawa sebuah tim menuju kemenangan.
“Dia tahu bagaimana cara menang.”
Mbappé mengatakan keberadaan pelatih yang mengetahui arah tim merupakan sesuatu yang positif bagi para pemain Real Madrid.
Bellingham Bisa Kembali ke Posisi Favorit
Sementara itu, Mourinho menghadapi persoalan berbeda ketika menangani Jude Bellingham.
Gelandang Inggris tersebut tampil sangat produktif ketika diberikan kebebasan bermain lebih dekat dengan kotak penalti. Bellingham juga telah menunjukkan bahwa dirinya nyaman beroperasi di belakang penyerang.
Karena itu, Mourinho berpeluang mengembalikan Bellingham ke peran menyerang.
Dalam rancangan taktik Madrid, Bellingham dapat ditempatkan di belakang Mbappé. Posisi tersebut memberinya ruang lebih besar untuk bergerak menuju kotak penalti dan memanfaatkan kemampuan mencetak golnya.
Skema itu sekaligus dapat menjawab salah satu tantangan terbesar Mourinho: membuat Mbappé, Bellingham, dan Vinícius mampu menunjukkan performa maksimal secara bersamaan.
Mourinho Bangun Sistem 4-2-3-1
Petunjuk mengenai permainan Real Madrid mulai terlihat sepanjang pramusim.
Mourinho telah menguji formasi 4-2-3-1 dalam enam pertandingan. Madrid mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang serta tidak kebobolan dalam 243 menit terakhir dari rangkaian tersebut.
Dalam skema idealnya, empat pemain menyerang dapat diisi Vinícius, Bellingham, Yan Diomandé, dan Mbappé.
Ketika kehilangan bola, sistem tersebut dapat berubah menjadi 4-4-2. Bellingham turun membantu sisi kiri, sedangkan Mbappé dan Vinícius mendapatkan kebebasan lebih besar di depan.
Pendekatan itu memungkinkan Mourinho menjaga keseimbangan antara kualitas menyerang dan pertahanan.
Aturan Sederhana Berlaku untuk Semua Pemain
Selain taktik, cara Mourinho menangani Mbappé dan Bellingham juga berkaitan dengan disiplin.
Mourinho mengatakan dirinya tidak perlu menjadi sosok pemimpin yang terlalu agresif karena para pemain menunjukkan profesionalisme selama persiapan.
Namun, sejumlah prinsip dasar tetap berlaku. Pemain harus datang tepat waktu, menjaga kondisi fisik, dan menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari Real Madrid.
Dengan demikian, status bintang tidak menghilangkan tanggung jawab kepada tim.
Pendekatan tersebut menjadi menarik karena Mourinho terkenal sebagai pelatih dengan karakter kuat. Kali ini, ia terlihat mencoba menggabungkan disiplin khasnya dengan pendekatan yang lebih terkendali.
Mbappé dan Bellingham Jadi Senjata Utama Madrid
Performa keduanya juga memberikan alasan bagi Mourinho untuk membangun tim di sekitar mereka.
Mbappé kembali ke Madrid setelah mencetak 10 gol bersama Prancis di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Bellingham juga menjalani turnamen yang sangat produktif bersama Inggris.
Mourinho kini memiliki tugas untuk mengubah kualitas individu tersebut menjadi kekuatan kolektif.
Real Madrid akan memulai perjalanan resmi musim 2026/2027 menghadapi Espanyol pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Laga tersebut akan memberikan gambaran pertama mengenai bagaimana Mourinho benar-benar menggunakan Mbappé, Bellingham, dan sederet bintang Madrid dalam pertandingan kompetitif.
